Images

Bismillahirrahmanirrahim, Perkenalkan Saya!

Batang, 8 Agustus 2012
Hari yang indah untuk kembali menulis.
Meskipun saya bukan pujangga macam Kahlil Gibran yang sangat lihai merangkai kata muehehhe




Post awal ini mungkin akan diisi perkenalan terlebih dahulu.
Baik, orang tampan di atas bernama Muhammad Sulthon Novera Rega.
Nama yang memiliki arti luar biasa dahsyatnya pemberian dari orang tua istimewa saya, Drs. H. Achfa Machfudz, M.Si dan Titik Rahayu. Saya lahir di desa terpencil bernama Kemiri, di Kecamatan Subah, Kabupaten Batang. Hahahaha. Kabupaten ini merupakan yang termuda di Jawa Tengah. *tepuk tangan

Saya lahir pada tanggal 16 Mei 1996 dengan bobot 4,2 kilogram. Cukup gemuk. Muehehe
Abah saya saat itu sedang berada di Korea Selatan, ketika saya menghirup nafas pertama sebagai bayi yang ditunggu tunggu oleh keluarga. Beliau pergi ke tanah orang pada bulan November 1995, maka dari itu saya diberi nama Novera yang merupakan akronim dari November Korea. Begitu pula denga Rega, berasal dari kata Reformasi Gagah. Muehehe

Saya tumbuh balita di lingkungan keluarga petani dan pondok pesantren, keluarga yang agamis nan sederhana. Saya sendiri sedih, ilmu agama saya sekarang ini masih sangat kurang dibanding dengan saudara-saudara lainnya. Dari ayah saya, pakdhe, kakek, buyut, apalagi generasi tua yang levelnya jauh di atas sana muehehe. Bahkan, sesepuh saya ada yang menjadi tokoh agama terkemuka di tingkat nasional. Menilik hal inilah, level ilmu spiritual saya terasa sangatlah dangkal. Huehueheue

Bapak Ali Musthafa Ya'qub, imam besar masjid istiqlal


Saya mengenyam pendidikan pertama di TK Pelita I.
Banyak orang bilang, sewaktu saya masih menjadi bocah ingusan, saya suka memberikan seluruh uang jajan demi satu jajan saja tanpa melihat harganya. Semisal diberi uang saku Rp 1000, saya jajakan seluruhnya untuk satu bungkus permen tanpa menanyakan berapa patokan harga untuk sebungkus permen. Mungkin saya adalah murid idaman dan favorit para pedangang kala itu. Hahaha

Saya menamatkan taman kanak-kanak di sebuah negeri nun jauh di mato, berada di kelurahan Kauman Batang. Ya, saya mengikuti orang tua saya pindah ke kota yang menjadi orang nomor dua pertama dalam sejarah di kabupaten saya. Saya lulus TK tahun 2002 di sebuah TK berbasis pendidikan bhinneka tunggal ika di TK Pertiwi dan berhasil mendapatkan titel Muhammad Sulthon Novera Rega, S.Pel, S.Tiw karena berhasil melalui TK berbeda dalam satu waktu alias double degree muehehe.

Setelah mendapatkan double degree, saya melanjutkan pendidikan saya di sebuah sekolah dasar di daerah yang mungkin lebih tersohor dengan julukan "Kampus". Ya, di kabupaten yang usianya masih tergolong sangat muda, pembangunan sdm dilancarkan getol getolnya oleh pemerintah. Di daerah kampus ini berdiri TK Bhayangkari, Kompleks SD Negeri Proyonanggan (beragam SD Proyonanggan), SMP Negeri 3 Batang, Kompleks SMK, dan SMA Negeri 1 Batang yang notabenenya terfavorit di Batang.

Saya resmi menjadi siswa SDN Proyonanggan 11 Batang pada Juli 2002, di sinilah bakat saya mulai terasah. Mulai dari menjadi Pinrung Merah (Pimpinan Barung Merah, semacam regu dalam kepramukaan) dan berhasil membawa sekolah mejuarai pesta siaga dua kali dalam dua kali kesempatan, meskipun tidak menyabet juara utama sih, kemudian menjadi ketua kelas 5 periode dalam 6 kali kesempatan, dan prestasi akademik macam olimpiade, lomba cerdas cermat yang berhasil menembus tingkat provinsi.

Saya lulus SD tahun 2008 dengan menorehkan prestasi yang dibilang cukup gemilang.
Saya memutuskan untuk merantau ke kota yang lebih besar yang terkenal di penjuru nusantara akan batiknya. Yup, SMP Negeri 2 Pekalongan menjadi destinasi selanjutnya. Saya mulai beradaptasi dengan lingkungan baru dengan orang orang baru serta budaya baru. Saya sempat terbawa arus yang mungkin hingga kini serpihannya masih berada di dalam raga ini. Saya pernah terjun ke jurang peringkat 18 yang membuat orang tua saya menangis kala mengambil raport saya.

Tapi, prestasi saya masih belum hancur sepenuhnya, saya sempat menjadi Komandan Peleton Gudep 04.103 - 04.104 dan berhasil menjadi juara umum dua dalam ajang Galang Tangguh Pramuka yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 1 Pekalongan. Masih ngga ngerti juga kenapa saya yang dipilih wkwkwk. Juga saya berkesempatan menjabat sebagai Pratama Dewan Penggalang SMP Negeri 2 Pekalongan 04.103 dan 04.104 bersama Annisa Yuni Kartikawati satu periode.


Coba tebak mana saya wuakakakak


Prestasi saya yang menggembirakan lainnya adalah lulus ujian nasional terbaik di kelas (37,90) dan peringkat 11 tingkat sekolah wkwk, hanya kalah selisih nol koma muehe.

Setelah lulus tahun 2011, saya mendaftarkan diri ke SMA Negeri 1 Pekalongan, yang sangat terkenal sekali di seluruh penjuru regional Pekalongan akan kepintaran murid murid dan kegigihan guru guru pengajarnya. Alhamdulillah saya diterima peringkat 36.

Adaptasi kembali saya jalani, dari menghilangkan rasa malas dan menjadi patuh akan peraturan, toleransi, dan paham akan keberagaman teman-teman.
Saya sempat menjabat sebagai ketua kelas X.5 selama setahun yang mengesankan, dan kini dalam proses mengemban amanah sebagai Ketua Umum Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) 2012/2013.
Disini saya mulai menyukai pelajaran fisika, tapi semesta berkehendak nilai fisika di raport saya tidak pernah memuaskan di dua semester awal ini bahkan ada yang ngepas kkm. Ini gatau kenapa huehuehue. Mungkin karena sifat pemalas dan keurakan saya lah yang menjadikan prestasi meredup. Bahkan terlempar dari 10 besar di kelas X. (Sudah kebal wkwk). Tapi, fisika mengantarkan saya berhasil lolos seleksi tahap satu OSN Astronomi tingkat sekolah peringkat satu mengalahkan kakak kelas dan teman seangkatan saya. Woooow muehehe. Ya meskipun habis itu jadi tim cadangan osn sih muehehe.

Tapi, saya tidak kecewa. Saya akan berjuang lagi di kesempatan OSN tahun ini, saya akan mendapatkan medali astronomi! aamiin

Next destination, saya ingin melanjutkan kuliah di Universitas Gadjah Mada program studi Teknik Sipil atau Teknik Mesin. Doakan saja agar impian ini dapat terwujud! aamiin


Salam Garuda Muda!
read more